PROSES DESTILASI DALAM TEKNOLOGI PANGAN

Tujuan Percobaan : Untuk mengetahui pemurnian atau pemisahan zat-zat dengan metode destilasi.

Prinsip Percobaan : Berdasarkan kepada perbedaan titik didih antara larutan pelarut dan zat terlarut.

Metode Pengerjaan

Air Masuk

Air Keluar

( Sumber : Yoga Purnama Nugraha, Meja 2 ( Dua ), Kelompok C, 2012 )

HASIL PENGAMATAN

No.

Pengamatan

Hasil

1.

Nama Sampel

Air Teh Hijau

2.

Warna Asal Sampel

Kuning – Bening

3.

Volume Asal Sampel

25 ml

4.

Suhu Mendidih

910C

5.

Suhu saat Tetesan Pertama

970C

6.

Suhu Konstan

97,50C

7.

Warna Destilat

Bening atau Tidak Berwarna

8

Volume Destilat

23,5

( Sumber : Yoga Purnama Nugraha, Meja 2 ( Dua ), Kelompok C, 2012 )

Pembahasan :

Destilasi adalah teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan titik didih atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. Destilasi juga  merupakan pemisahan campuran yang melewati dua fase, yaitu gas menjadi fase air. Destilasi termasuk proses pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih. Titik didih pada zat dalam campuran yang lebih rendah akan lebih cepat terdestilasi. Prinsip dasar percobaan destilasi adalah dengan menganut proses dimana terjadi pemanasan, penguapan dan pendinginan. Dimana proses ini sangat penting pada saat proses destilasi.

Mekanisme destilator pada  proses destilasi adalah dimana proses pemanasan terjadi pada saat proses pembakaran oleh bunsen, pada saat itulah terjadi proses dimana pemanasan. Sesudah terjadi proses pemanasan selanjutnya proses penguapan, proses ini suatu larutan yang murni akan tepisah dari larutan yang homogen sebelumnya. Tahap terakhir yaitu proses dimana pendinginan, proses ini sangatlah penting karena akan menghasilkan cairan murni dari proses penguapan itu sendiri. Sehingga didapat hasil akhirnya yaitu cairan murni yang telah terpisahkan dari larutan homogen.

Komponen-komponen destilator diantaranya adalah Labu distilasi yang berfungsi sebagai wadah atau tempat suatu campuran zat cair yang akan didestilasi. Steel head berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke pendingin, dan biasanya labu destilasinya sudah dilengkapi dengan leher yang berfungsi sebagai steel head. Thermometer berfungsi untuk mengukur suhu uap zat cair yang didistilasi selama proses distilasi berlangsung dan thermometer yang digunakan harus beskala suhu tinggi diatas titik didih zat cair yang akan didestilasi dan ditempatkan pada labu destilasi atau steel head. Kondensor memiliki 2 celah, yaitu celah masuk untuk aliran uap hasil reaksi dan celah keluar untuk air keran. Labu didih berfungsi untuk sebagai wadah sampel. Aerator berfungsi untuk menyalurkan air kedalam kondensor dan mengeluarkan air dari dalam kondensor. Batu didih berfungsi untuk mengurangi atau meredam letupan-letupan maupun gelembung pada labu destilat saat melakukan pemanasan dan juga berfungsi sebagai pengatur panas dalam labu destilasi agar panasnya merata.

 

Pengertian dari influen adalah proses dimana larutan yang akan didestilasi masukan kedalam labu destilasi. Sedangkan efluen adalah proses dimana larutan yang keluar dari hasil pemrosesan destilasi dalam bentuk cairan murni.

Tahapan destilasi adalah diawali dengan proses pemanasan dimana larutan dipanaskan diatas alat pembakaran sehingga zat yang memiliki titik didih rendah akan mudah menguap selanjutnya hasil penguapan bergerak menuju kondensor. Didalam kondensor hasil penguapan diubah menjadi dalam bentuk cair karena fungsi kondensor adalah proses dimana hasil penguapan didinginkan oleh air kran yang mengalir masuk dan keluar kembali.

Prinsip kerja destilasi adalah berdasarkan pemisahan dua zat atau lebih yang mempunyai perbedaan titik didih dimana terjadi pemanasan dan salah satu komponen campurannya akan menguap setelah mencapai titik didihnya yang paling dahulu menguap merupakan yang bersifat volatil atau larutan yang mudah menguap. Uap tersebut akan masuk kedalam pipa pada kondensor (terjadi proses pendinginan) sehingga terjadi tetesan yang turun ke dalam erlenmeyer yang disebut destilat.

Aplikasi destilasi dalam bidang pangan adalah pada saat percobaan memisahkan air dan alkohol dalam sebuah minuman beralkohol sehingga pada saat minuman tersebut diminum terjadi peningkatan kadar alkohol dalam minuman tersebut, meneliti kandungan air dalam sebuah bahan pangan yang banyak mengandung banyak air sehingga kita mengetahui bahan pangan tersebut banyak mengandung banyak air atau tidak, meneliti kadar air dalam daging sapi dengan cara destilasi terlihat apakah daging ini termasuk daging gelonggongan, dengan ciri-ciri daging gelonggongan yaitu banyak mengandung banyak air dalam dagingnya, meneliti susu murni yang terdapat dipasaran, kita meneliti susu tersebut apakah kandungan airnya berlebihan atau tidak. Sekarang banyak terjadi kecurangan dalam penjualan susu murni disana malah ditambahkan air mineral kedalam susu agar mengurangi budget  pengeluaran.

Kesalahan dalam percobaan ini adalah pada saat mengukur suhu panas kompor tersebut tidak konstan atau stabil, karena pada saat penerapannya seorang praktikan mencoba untuk mengganti besar kecilnya api sehingga pada proses pemanasan terjadi ketidakmerataan suhu dalam labu destilat sehingga mengakibatkan juga terjadi ketidak akuratan dalam hasil akhir reaksi tersebut terlihat dari suhu saat pemanasan.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan bahwa destilasi merupakan proses pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih campuran. Pada dasarnya dalam metode destilasi dimana terjadi proses pemanasan pada saat proses pembakaran oleh bunsen, pada saat itulah terjadi proses dimana pemanasan. Sesudah terjadi proses pemanasan selanjutnya proses penguapan, proses ini suatu larutan yang murni akan tepisah dari larutan yang homogen sebelumnya. Tahap terakhir yaitu proses dimana pendinginan, proses ini sangatlah penting karena akan menghasilkan cairan murni dari proses penguapan itu sendiri.  Pada percobaan ini titik didih menentukan kecepatan terbentuknya destilat. Zat yang memiliki titik didih rendah akan cepat terdestilasi daripada zat yang bertitik didih tinggi. Dalam hal ini air teh mempunyai titik didih saat mendidih larutan homogen adalah bersuhu 910 C dengan volume sampel awal adalah sebesar 25 ml. Suhu konstan sebesar 97,5 0C  dengan volume destilatnya sebesar 23,5 ml sudah dalam bentuk cairan murni dan  terlihat jernih dan tidak terdapat senyawa zat warna dalam teh tersebut.

.

DAFTAR PUSTAKA

Brady, E. James. 1999. Kimia Universitas Asas & Struktur. Binarupa Aksara,  Jakarta.

Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep-konsep Inti. PT. Gelora Aksara Pratama, Jakarta.

Rahardian, Titah Dewi. 2012. Kimia Dasar. PT. Buku Kita, Jakarta.

Sutrisno, E.T dan I.S Nurminabari. 2012. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan Bandung.

Anonim.2012. “Destilasihttp://www.chem-is-try.org/materi_kimia/Destilasi /kimia-dan-analisis

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: